Di dalam kehidupan
kita harus mengetahui tata cara bergaul/berteman, siapa yang bisa/tau cara
bergaul yang baik, InsyaALLAH mereka akan bisa di terima oleh siapa saja.
berikut cara bergaul yang baik. semoga bermanfaat.
1. Menghargai Orang
lain
Kita sebagai
Manusia Yang hidup saling membutuhkan harus bisa menghargai segala bentuk
apapun yang ada pada orang lain. Baik itu masalah pendapat, keahlian, maupun
sifat dan pribadi dirinya. Jangan sampai keluar kata-kata yang bisa menyinggung
orang lain, Kalo kamu mau dihargai oleh orang lain.
2. Bercanda
Memang benar
bercanda adalah sesuatu yang asyik pada diri Manusia, Tapi jangan sampai kita
Over Low dalam bercanda sama orang lain dan kita harus melihat situasi orang
yang mau kita ajak bercanda apakah memungkinkan apa nggak untuk di ajak
bercanda.
Kalo pun dia sedang
dihadapi dengan kesulitan yang sangat berat kita harus bisa membuat dia
tertawa, tersenyum dan merasa nyaman bila berada di samping kita meskipun dalam
keadaan yang segmenting mungkin.
3. Menjadi Orang
Yang di Percaya
Kalo kita di
Percaya oleh Teman/Orang lain, itu bukanlah sesuatu Yang Baik buat kita, emang
sih dipercaya oleh teman bisa membuat kita senang, senang karena dipercaya oleh
orang lain. Tapi yang membuat kita rada susah yaitu apakah kita bisa menjaga
kepercayaan yang di berikan oleh orang lain kepada kita??
Jadi, agar kita
bisa memelihara kepercayaan itu salah satu caranya ialah Jangan biasakan
menjadi mulut Ember, dan berpikir rahasia orang lain adalah rahasia kita juga.
4. Menjadi Teman
Yang bisa diandalkan
Nah ini dia..
apakah kita sudah bisa menjadi teman Yang Baik?
Apakah kita sudah
pantas di sebut sebagai seorang teman yang bisa diandalkan? Bisa diandalkan
oleh oranglain bila mereka mendapatkan hal yang sangat sulit.
Untuk menjadi teman
yang bisa diandalkan memang susah susah Gampang. Cara Gampangnya ialah..
cukuplah memenuhi criteria yang telah disebutkan diatas, yaitu : Kita bisa
menghargai Orang Lain, bisa membuat Teman tersenyum dalam keadaan apapun
mekipun dalam keadaan yang sangat genting, Menjaga kepercayaan yang diberikan
oleh Teman/Orang.
Sumber Klik Ini
posted by admin pbo
at 8:06 am 0 comments
labels: bimbingan
sosial, bk
Diskusi dan
Menyampaikan Pendapat yang Benar (bagian 3)
Menyampaikan
Persetujuan, Sanggahan, dan Penolakan Dalam Diskusi
Diskusi berarti
bertukar pikiran. Diskusi merupakan suatu bentuk tukar pikiran yang teratur dan
terarah, baik dalam kelompok kecil maupun besar. Diskusi bertujuan untuk
mendapatkan suatu pengertian, kesepakatan, dan keputusan bersama mengenai suatu
masalah. Salah satu ciri yang paling menonjol dalam diskusi adalah adanya forum
tanya jawab. Ada beberapa macam bentuk diskusi, diantaranya sebagai berikut:
* Diskusi panel
Diskusi panel
melibatkan beberapa pembicara (panelis) yang mempunyai keahlian dalam bidang
masing-masing dan bersepakat mengutarakan pendapat dan pandangannya mengenai
suatu masalah untuk kepentingan pendengar.
* Simposium
Simposium hampir
sama dengan diskusi panel, hanya lebih bersifat formal. Pembicara harus
menyampaikan makalah mengenai suatu masalah yang disoroti dari sudut keahlian
masing-masing.
* Seminar
Seminar merupakan
pertemuan yang membahas suatu masalah dengan tujuan untuk mendapatkan pemecahan
masalah tersebut. Oleh karena itu, dalam seminar harus dlakhiri dengan
kesimpulan atau keputusan-keputusan, baik berbentuk usul, saran, solusi, maupun
rekomendasi.
Persiapan sebuah
diskusi sangat bergantung pada bentuk diskusi yang dipilih. Ada beberapa tahap
yang harus diperhatikan pada saat akan mengadakan diskusi, yakni sebagai
berikut.
* Menentukan topik
yang menarik untuk dibahas dalam diskusi.
* Merumuskan tujuan
yang hendak dicapai sesuai dengan topik yang dipilih.
* Menentukan
pemimpin diskusi atau moderator. Moderator dalam diskusi bertugas:
1. menjelaskan
tujuan dan maksud diskusi;
2. mengatur
jalannya diskusi agar berlangsung tertib dan teratur;
3. menyimpulkan dan
merumuskan setiap pembicaraan diskusi;
4. menutup diskusi
dan menyiapkan laporan.
* Menenrukan
panelis, pembicara, atau narasumber. Pembicara diskusi mempunyai tugas:
1. menyiapkan dan
menguraikan bahan atau materi yang akan didiskusikan;
2. menyampaikan
materi yang telah disiapkan;
3. menjawab
tanggapan-tanggapan para peserta diskusi atau audiens.
* Menentukan sekretaris
diskusi atau notulis. Notulis bertugas mencatat hal-hal penting selama jalannya
diskusi.
* Dalam diskusi
biasanya muncul pendapat atau tanggapan berupa dukungan atau sanggahan terhadap
pendapat peserta diskusi. Pernyataan dukungan atau sanggahan tersebut tetap
harus disampaikan dengan bahasa yang baik dan santun.
Sumber Klik Ini
posted by admin pbo
at 7:53 am 0 comments
labels: bimbingan
sosial, bk
Diskusi dan
Menyampaikan Pendapat yang Benar (bagian 2)
Melakukan Diskusi
dengan Tata Cara yang Benar
Salah satu cara
memecahkan permasalahan adalah dengan berdiskusi. Dengan saling bertukar
pikiran dan wawasan, permasalahan yang rumit niscaya dapat diuraikan dan pada
akhirnya akan diperoleh jalan keluarnya.
Proses diskusi akan
berjalan secara efektif jika peserta menyadari hakikat diskusi dan memegang
teguh prinsip-prinsip pelaksanaan diskusi.
Berikut ini
beberapa prinsip berdiskusi yang harus diperhatikan.
1. Diskusi
merupakan forum ilmiah untuk bertukar pikiran dan wawasan dalam menyikapi suatu
permasalahan yang dihadapi bersama. Diskusi bukan forum untuk berbagi
pengalaman (sharing), perasaan (curhat), kepentingan (musyawarah), atau ilmu
kepintaran (mengajar).
2. Dalam diskusi,
harus terjadi dialog atau komunikasi intelektual dan ilmiah. Dalam hal ini,
harus dijauhkan unsur emosional dan mengabaikan kedekatan hubungan personal
sehingga terlahir pemikiran – pemikiran yang rasional dan objektif.
3. Diskusi
merupakan forum resmi, formal, dan terbuka. Oleh karena itu, proses komunikasi
menggunakan bahasa nasional yang baku sehingga dapat dipahami semua kalangan
dengan baik. Diskusi bukan forum kekeluargaan yang ditujukan pada kelompok
terbatas.
4. Diskusi
berlangsung dalam situasi yang tertib, teratur, dan terarah serta bertujuan
jelas. Oleh karena itu, diperlukan adanya perangkat dan instrumen pendukung
seperti ketua/moderator, notulis, dan tata tertib.
Proses diskusi
dikatakan hidup dan sehat jika seluruh peserta terlibat secara aktif dengan
mengikuti tatanan yang ada. Sebaliknya, akan dikatakan tidak sehat jika proses
bertukar pikiran didominasi oleh satu atau dua pikiran saja.
Menyampaikan
Gagasan dan Tanggapan dengan Alasan yang Logis dalam Diskusi
Inti dari kegiatan
diskusi adalah terjadinya proses bertukar pikiran
Antar peserta
diskusi. Peserta di harapkan menyampaikan pendapatnya terhadap permasalahan
yang dihadapi. Selanjutnya pendapat tersebut harus ditanggapi oleh peserta yang
lain. Bermacam-macam bentuk tanggapan dapat disampaikan, misalnya dengan
mempertanyakan maksud dari pendapat tersebut jika dianggap belum jelas.
Tanggapan juga dapat disampaikan dengan, menyatakan sikap setuju atau tidak
setuju/mendukung atau tidak mendukung terhadap pendapat yang telah dikemukakan.
Munculnya berbagai sikap pikiran dan tanggapan yang berbeda-beda itu merupakan
hal yang positif dalam kegiatan berdiskusi. Semakin banyak tanggapan yang
muncul menjadikan proses berdikusi semakin hidup dan dinamis.
Meskipun demikian,
hidupnya proses berdiskusi tidak selalu menjamin hasil yang diperoleh akan
baik. Hal itu dapat terjadi jika pendapat dan tanggapan yang muncul hanya
kata-kata kosong yang tidak ada isinya. Selain itu pendapat yang dikemukakan
lemah, tidak bersandar dan tanpa disertai alas an yang logis. Oleh karena itu
dalam berdiskusi , setiap pendapat dan tanggapan yang dikemukakan harus
disertai alas an atau argument yang logis dan berdasar. Pendapat juga harus
disampaikan dengan bahasa yang efektif, sopan dan jelas. Hal itu merupakan
unsure penting yang harus diperhatikan dalam diskusi.
Sumber Klik Ini
posted by admin pbo
at 7:50 am 0 comments
labels: bimbingan
sosial, bk
Diskusi dan
Menyampaikan Pendapat yang Benar (bagian 1)
Suatu kegiatan
bertukar pikiran dapat disebut diskusi jika memenuhi syarat berikut:
1. Ada masalah yang
dibicarakan
2. Ada seseorang
yang bertindak sebagai pemimpin diskusi
3. Ada peserta
sebagai anggota diskusi
4. Setiap anggota
mengemukakan pendapatnya dengan teratur
5. Jika ada
kesimpulan atau keputusan, hal itu disetujui anggota
Masalah untuk bahan
diskusi tentunya dapat diperoleh melalui bacaan, baik buku, majalah, maupun
berita-berita yang ada di surat kabar. Kita dapat membaca sumber-sumber
informasi tersebut untuk diangkat menjadi bahan diskusi
Perhatikan contoh
penggunaan bahasa dalam diskusi berikut!
1. Moderator
(Pemandu)
Selamat siang
teman-teman. Perkenalkan kami dari Kelompok I akan mengajak teman-teman
berdiskusi. Nama saya …, saya bertindak sebagai moderator. Ini teman saya …
sebagai penyaji dan sebagai notulis adalah ….
Teman-teman,
marilah kita mulai diskusi tema ”Kekeringan di Kabupaten Wonogiri”. Pada
kesempatan ini, penyaji akan membahas:
a. sebab-sebab
kekeringan,
b. akibat
kekeringan, dan
c. cara mengatasi
kekeringan.
Teman-teman,
marilah kita dengarkan uraian penyaji! Silakan Saudara Penyaji.
2. Penyaji
Terima kasih
Saudara Moderator. Teman-teman, di Kabupaten Wonogiri saat ini sedang terjadi
kekeringan. Penyebabnya antara lain …. Akibat dari kekeringan itu ….
Menurut kelompok
kami, cara mengatasi kekeringan itu sebagai berikut.
a. ….
b. ….
c. ….
3. Peserta Diskusi
Saudara Moderator,
terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Setelah mendengarkan
uraian penyaji, saya berpendapat bahwa kekeringan tidak hanya diatasi dengan
cara .... Menurut saya, kekeringan dapat diatasi dengan cara ....
Sumber Klik Ini
posted by admin pbo
at 7:44 am 0 comments
labels: bimbingan
sosial, bk
Cara Berkomunikasi
Yang Baik
Syarat utama untuk
bisa berkomunikasi dengan baik hanya satu. Yakni kerelaan mendengarkan apa yang
lawan bicara ucapkan. Tentu saja bukan mendengarkan secara pasif, namun secara
aktif. Artinya, Anda memberi perhatian. Wujudnya bisa komentar, tanggapan,
keterbukaan, dan juga berdiam diri. Adapun keterampilan menjadi pendengar aktif
dapat Anda latih dengan tips berikut:
1. Ajukan
pertanyaan bila ada ucapan lawan bicara yang kurang jelas. Hal ini dapat
membantu Anda memperoleh informasi lebih lengkap, sekaligus menunjukkan
ketertarikan Anda. Misalnya, “Contohnya bagaimana?” atau “Bisakah ceritakan
lebih banyak lagi?”
Ada beberapa orang
yang merasa kurang nyaman atau disudutkan jika ditanya, karena itu pertanyaan
hendaknya diajukan dengan lembut dan tidak terkesan seperti menyelidik.
Hati-hati dengan pertanyaan “ke-napa”. Contohnya, ketimbang me-nanyakan,
“Kenapa Anda mengambil sekolah malam?” lebih baik tanyakan, “Adakah sesuatu
yang menarik untuk Anda pelajari di sana?” Sebab bisa jadi dia mengambil
sekolah malam karena dulu tiap kali ujian tak pernah lulus dan pertanyaan Anda
bisa menyinggung perasaannya.
2. Nyatakan kembali
kesimpulan dari pernyataan yang Anda dengar darinya untuk menghindari
kesalahpahaman.
Ungkapkan ekspresi
perasaan Anda. Biarkan lawan bicara melihat bagaimana emosi Anda terpengaruh
oleh ucapannya.
3. Hindari sikap
memaksakan kehendak. Kalaupun Anda be da pendapat atau pandangan, hendaknya
tetap Anda nyatakan. Hanya lakukan dengan cara bersahabat dan jelas.
4. Jagalah bahasa
tubuh Anda. Saat berbicara dengan lawan bicara, tetap pertahankan kontak mata
untuk menumbuhkan kesan jujur dan percaya diri. Hindari menggigit bibir, goyang-goyang
kaki, dan gerakan lain yang menimbulkan kesan Anda sedang gelisah atau tak
betah berbicara. Usahakan postur tubuh tegak, dengan posisi kaki dan lengan
dalam keadaan santai.
5. Hindari kata
“selalu, mesti” maupun “tidak pernah”. Biasanya kata-kata itu tidak menggambar
kan fakta sesungguhnya dan cenderung memancing sikap defensif dari lawan
bicara. Ketimbang mengatakan, “Toilet kantor ini tidak pernah dibersihkan”
lebih baik katakan, “Apa yang bisa kita lakukan agar toilet kantor ini jadi
bersih?”
6. Sesuaikan gaya
komunikasi Anda dengan tiap individu.
Ingat, tidak ada
satu pun manusia di dunia ini yang sama. Jenis kelamin, usia, budaya, daerah
asal, pekerjaan, pengalaman kerja, dan tipe kepribadian, hanyalah merupakan
sebagian kecil faktor yang mempengaruhi gaya komunikasi seseorang.
Mengenali perbedaan
ini dapat mengurangi risiko kesalahpahaman maupun frustrasi saat berkomunikasi.
Orang dengan tipe ekstrovert biasanya senang memonopoli percakapan, selalu
penuh inisiatif, dan ceplas-ceplos bicaranya. Sedangkan mereka yang bertipe
introvert lebih senang menyendiri dan selalu berpikir hati-hati sebelum
ber-tindak atau berbicara.
7. Berikan umpan
balik, pujian, atau dukungan. Buatlah orang lain tahu bahwa Anda menghargai
usaha atau prestasi mereka. Penghargaan atau respek adalah kunci utama dalam
menumbuhkan hubungan komuniasi yang seimbang dan saling mendukung.
8. Yakinlah, bila
melakukan satu saja tips di atas setiap minggunya, Anda niscaya akan merasakan
perubahan positif dalam kehidupan sosial maupun perkembangan karier. Selamat
mencoba.
Sumber Klik Ini
posted by admin pbo
at 7:37 am 0 comments
labels: bimbingan
sosial, bk
Faktor-Faktor
Penting untuk Bersosialiasi
Seperti juga
tumbuhan, hubungan perlu disemai, dipupuk, dan disirami. Kalau hanya dibiarkan,
pastinya akan terbengkalai. Tahu-tahu, Anda baru sadar akibatnya ketika sudah
telat. Si A atau si B yang biasanya ramah atau gampang dikontak,
sekonyong-konyong 'menghilang' atau terasa seperti orang asing ketika bertemu.
Itulah sebabnya orang dikaruniai dua telinga dan cuma satu mulut. Belajarlah
mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian dan minat. Kalau Anda pemalu,
atau tak berani mengeluarkan inisiatif topik, cobalah bertanya pada orang lain
tentang mereka sendiri.
Misalnya, kalau
Anda ingin berlibur, korek ide-ide orang di sekeliling Anda tentang
tempat-tempat yang akan mereka datangi kalau mereka akan berlibur. Percakapan
pasti akan berlangsung dengan spontan, karena Anda melibatkan orang lain untuk
memikirkan kepentingan mereka sendiri - meski sebenarnya untuk kepentingan Anda
juga.
2. Selalu mencari
nilai-nilai positif orang lain
Hubungan sebetulnya
seperti gema. Bila Anda mengatakan A, maka yang akan Anda peroleh A juga. Kalau
Anda berpikir positif terhadap orang lain, maka hal itu akan meningkatkan
kemungkinan baginya untuk berpikiran terbuka terhadap Anda, dan pada gilirannya
juga mencari nilai-nilai positif diri Anda sendiri. Tapi, kalau Anda gemar
mencari sisi negatif seseorang, maka orang itu pun hanya akan mengingat
keburukan Anda saja.
3. Temukan hal-hal
unik dari setiap orang
Yakinlah bahwa
setiap orang itu unik. Semua respons dan reaksi akan berlainan bila latar
belakang peristiwa tidak sama. Pelajari hal ini untuk membangkitkan minat Anda
terhadap orang lain.
4. Peroleh apa yang
Anda inginkan dari orang lain
Untuk
mendapatkannya, gunakan instrumen terpenting, yaitu kejujuran. Bukalah topeng
Anda, yakinkan bahwa Anda punya alasan yang baik untuk menginginkan sesuatu
dari seseorang. Lakukan semua itu dengan perilaku yang positif, dan mintalah
sambil tersenyum. Pastikan bahwa senyum Anda tidak palsu!
5. Mengatasi semua
konflik
Hampir semua
konflik disebabkan kesalahpahaman. Penyebabnya adalah ketidaklancaran
komunikasi. Yang satu tidak mendengarkan, atau yang lain tidak bisa
mengungkapkan dengan jelas. Inilah cara termudah mengatasi konflik:
Berempati dengan
pikiran mereka, yaitu dengan cara melihat sesuatu hal sesuai dengan cara
pandang mereka. Hal ini membuat Anda bisa lebih tahu tentang situasi yang
dialami mereka dan berarti Anda bisa berkompromi.
Ubah pandangan Anda
terhadap mereka dengan mempertimbangkan latar belakang dan alasan mengapa
mereka mengambil sikap tertentu. Refleksi seperti ini akan memberi banyak hal,
misalnya, dengan adanya informasi tentang latar belakang, siapa tahu Anda juga
akan melakukan hal yang sama bila berada pada situasi yang sedang mereka alami.
Ini membuat pikiran menyalahkan orang lain akan menghilang dengan sendirinya.










Posting Komentar
SILAHKAN BERKOMENTAR DAN TERIMA KASIH